Yogyakarta atau Jogja merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki banyak lokasi menarik untuk didokumentasikan menggunakan drone. Pemandangan kota, kawasan budaya, pantai, perbukitan, hingga Gunung Merapi menawarkan perspektif udara yang sulit diperoleh melalui kamera biasa.
Tidak heran jika drone semakin sering digunakan oleh fotografer, videografer, pembuat konten, pelaku industri kreatif, hingga wisatawan yang ingin mengabadikan perjalanan mereka dari udara.
Namun, keindahan suatu lokasi bukan berarti drone dapat diterbangkan secara bebas di tempat tersebut. Ada sejumlah kawasan di Yogyakarta yang memiliki pembatasan ruang udara karena berdekatan dengan bandara, memiliki nilai budaya dan sejarah, termasuk kawasan rawan bencana, atau berkaitan dengan fasilitas pemerintahan dan keamanan.
Karena itu, memahami zona dilarang terbang drone di Jogja sangat penting sebelum melakukan take-off. Operator tidak cukup hanya mengetahui cara menerbangkan drone atau menggunakan aplikasi bawaan perangkat. Status ruang udara, kondisi lokasi, aturan pengelola, serta keselamatan masyarakat juga perlu diperhatikan.
Menerbangkan drone di area yang tidak sesuai dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kehilangan drone, kerusakan fasilitas, gangguan terhadap aktivitas penerbangan, hingga persoalan hukum dan administratif.
Artikel ini membahas aturan menerbangkan drone di Jogja, area yang perlu mendapatkan perhatian khusus, risiko terbang di kawasan terbatas, cara mempersiapkan izin, serta tips aman untuk wisatawan maupun pengguna drone profesional.
Aturan Menerbangkan Drone di Indonesia
Sebelum membahas lokasi yang termasuk atau berpotensi menjadi area terbatas di Jogja, penting untuk memahami bahwa penggunaan drone di Indonesia memiliki aturan penerbangan yang harus diperhatikan.
Salah satu regulasi yang menjadi dasar adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 37 Tahun 2020 tentang Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia. Regulasi ini mengatur berbagai aspek pengoperasian pesawat udara tanpa awak atau Unmanned Aircraft System (UAS), termasuk batasan ruang udara dan persetujuan pengoperasian.
Selain itu, terdapat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2021 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 107 yang berkaitan dengan sistem pesawat udara kecil tanpa awak.
Bagi operator drone, aturan tersebut penting karena lokasi penerbangan menjadi salah satu faktor utama yang harus diperiksa sebelum drone diterbangkan.
Secara umum, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Lokasi penerbangan: Pastikan lokasi tidak berada pada ruang udara atau kawasan yang memiliki pembatasan.
- Ketinggian penerbangan: Perhatikan batas ketinggian yang berlaku untuk jenis ruang udara dan kegiatan yang dilakukan.
- Jarak pandang: Operator perlu mempertahankan kemampuan untuk memantau drone secara visual sesuai ketentuan operasi.
- Keselamatan masyarakat: Hindari penerbangan yang dapat membahayakan orang, kendaraan, bangunan, maupun fasilitas umum.
- Kondisi cuaca dan lingkungan: Angin, hujan, medan, serta kondisi sekitar dapat memengaruhi keamanan penerbangan.
- Perizinan: Beberapa jenis operasi atau lokasi tertentu dapat membutuhkan persetujuan maupun koordinasi dengan pihak terkait.
Dengan demikian, sebelum menerbangkan drone di Jogja, jangan hanya bertanya, “Apakah drone saya bisa terbang di lokasi ini?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apakah saya diperbolehkan menerbangkan drone di lokasi ini dan apa saja persyaratannya?”
Zona Dilarang Terbang Drone di Jogja
Yogyakarta memiliki kondisi ruang udara yang cukup kompleks. Wilayah ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dan pusat kebudayaan, tetapi juga memiliki fasilitas penerbangan, kawasan cagar budaya, kawasan pemerintahan, instalasi keamanan, serta Gunung Merapi.
Karena karakteristik tersebut, ada beberapa kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus sebelum Anda menerbangkan drone.
1. Kawasan Bandara dan Keselamatan Operasi Penerbangan
Bandara merupakan salah satu lokasi yang paling penting untuk diperhatikan ketika menentukan titik penerbangan drone.
Pesawat berawak membutuhkan ruang udara yang aman untuk melakukan lepas landas, pendaratan, dan aktivitas penerbangan lainnya. Keberadaan drone di ruang udara yang digunakan atau dipengaruhi oleh operasi penerbangan dapat menimbulkan risiko keselamatan.
Karena itu, area di sekitar bandar udara dan jalur penerbangan tidak dapat dianggap sebagai ruang bebas untuk menerbangkan drone.
Bandara Adisutjipto
Bandara Adisutjipto di Sleman merupakan salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus. Meskipun sebagian penerbangan komersial telah beralih ke Yogyakarta International Airport, kawasan Adisutjipto tetap memiliki aktivitas penerbangan dan fungsi lain yang berkaitan dengan dunia penerbangan.
Kondisi tersebut membuat ruang udara di sekitarnya perlu diperhatikan dengan serius.
Operator drone sebaiknya tidak menentukan lokasi penerbangan hanya berdasarkan jarak dari landasan atau tampilan peta pada aplikasi drone. Status ruang udara dapat memiliki ketentuan yang perlu diverifikasi sebelum melakukan take-off.
Jika kebutuhan pengambilan gambar berada di sekitar kawasan Adisutjipto, lakukan pengecekan ruang udara dan koordinasi dengan pihak yang berwenang apabila penerbangan membutuhkan persetujuan.
Yogyakarta International Airport atau YIA
Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo merupakan salah satu bandara utama yang melayani penerbangan dari dan menuju Yogyakarta.
Selain area fasilitas bandara, ruang udara di sekitarnya juga berkaitan dengan aktivitas pesawat yang melakukan pendekatan, pendaratan, maupun keberangkatan.
Karena itu, lokasi wisata yang terlihat cukup jauh dari terminal belum tentu otomatis aman untuk digunakan sebagai titik penerbangan drone.
Jika Anda ingin membuat dokumentasi udara di sekitar kawasan YIA atau lokasi yang berada di sekitar jalur penerbangan, lakukan pengecekan terlebih dahulu. Untuk kegiatan profesional, pastikan seluruh persyaratan dan koordinasi yang diperlukan telah dilakukan sebelum hari produksi.
2. Keraton, Tamansari, dan Kawasan Cagar Budaya
Selain kawasan bandara, Yogyakarta memiliki banyak lokasi yang mempunyai nilai sejarah dan budaya tinggi.
Keraton, Tamansari, kompleks candi, serta berbagai situs bersejarah merupakan bagian penting dari identitas Yogyakarta. Namun, penggunaan drone di kawasan seperti ini membutuhkan perhatian lebih karena berkaitan dengan keselamatan, privasi, kenyamanan pengunjung, dan perlindungan benda atau bangunan bersejarah.
Keraton Yogyakarta dan Tamansari
Keraton Yogyakarta dan Tamansari merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat kuat.
Penerbangan drone di kawasan tersebut tidak seharusnya dilakukan secara sembarangan. Selain potensi gangguan terhadap pengunjung, kamera drone juga dapat menangkap area privat atau aktivitas yang seharusnya tidak didokumentasikan.
Jika drone digunakan untuk kebutuhan produksi komersial, film, promosi, dokumentasi, atau kegiatan profesional lainnya, hubungi pengelola kawasan terlebih dahulu.
Jangan menganggap bahwa memiliki drone dan kemampuan menerbangkannya berarti otomatis memiliki izin untuk mengambil gambar dari udara di semua lokasi.
Candi Prambanan dan Situs Cagar Budaya
Candi Prambanan dan sejumlah situs cagar budaya lainnya juga perlu mendapat perhatian khusus.
Bangunan bersejarah memiliki nilai yang tidak dapat digantikan. Drone yang kehilangan kendali dan jatuh dapat berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan maupun fasilitas di sekitar kawasan.
Selain itu, penerbangan drone di tengah kawasan wisata yang ramai juga dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.
Karena itu, jika ingin melakukan dokumentasi drone di kawasan cagar budaya, pastikan terlebih dahulu aturan dari pengelola lokasi. Untuk kegiatan profesional, lakukan komunikasi dan pengurusan persetujuan sebelum melakukan penerbangan.
3. Kawasan Gunung Merapi
Gunung Merapi merupakan salah satu objek yang sangat menarik bagi pengguna drone. Pemandangan gunung, perbukitan, kabut, matahari terbit, serta lanskap di sekitarnya dapat menghasilkan footage yang sangat menarik.
Namun, keindahan Gunung Merapi juga disertai kondisi lingkungan yang memiliki risiko lebih tinggi.
Aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi angin di kawasan pegunungan juga dapat berubah dengan cepat sehingga memengaruhi kestabilan drone.
Selain itu, abu dan material vulkanik dapat berpotensi memengaruhi komponen drone. Medan yang sulit juga dapat menyulitkan operator apabila drone mengalami kehilangan kendali atau harus melakukan pendaratan darurat.
Karena itu, sebelum menerbangkan drone di sekitar Merapi, periksa informasi terbaru mengenai kondisi gunung dan aturan kawasan dari sumber resmi.
Apabila sedang terdapat pembatasan aktivitas atau kondisi lingkungan tidak mendukung, sebaiknya penerbangan ditunda.
Jangan mengambil risiko hanya untuk mendapatkan footage tertentu. Keselamatan operator, masyarakat, dan peralatan harus tetap menjadi prioritas.
4. Objek Vital dan Instalasi Militer
Kawasan lain yang perlu diwaspadai adalah objek vital, fasilitas pemerintahan, instalasi militer, pangkalan udara, serta fasilitas keamanan.
Di Yogyakarta terdapat berbagai fasilitas yang memiliki fungsi pemerintahan maupun pertahanan dan keamanan. Penggunaan drone di sekitar fasilitas tersebut dapat menimbulkan persoalan apabila dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan yang diperlukan.
Bahkan ketika tujuan penerbangan hanya untuk membuat konten, operator tetap harus mempertimbangkan apakah kegiatan tersebut diperbolehkan.
Jika Anda mendapatkan pekerjaan dokumentasi di sekitar fasilitas pemerintahan atau keamanan, jangan langsung menerbangkan drone setelah tiba di lokasi.
Pastikan terlebih dahulu pihak mana yang harus dihubungi, apakah diperlukan izin, dan batasan apa yang harus dipatuhi selama proses pengambilan gambar.
Risiko Menerbangkan Drone di Area Terlarang
Mengabaikan no-fly zone drone Jogja bukan hanya berisiko terhadap drone, tetapi juga dapat berdampak pada keselamatan dan keamanan di sekitar lokasi.
Berikut beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan.
1. Mengganggu keselamatan penerbangan
Drone yang masuk ke ruang udara yang digunakan pesawat berawak dapat menciptakan situasi berbahaya. Ukuran drone yang kecil bukan berarti keberadaannya tidak memiliki dampak terhadap penerbangan.
Karena itu, kawasan sekitar bandara harus selalu menjadi perhatian utama.
2. Drone mengalami kerusakan atau hilang
Kesalahan lokasi, gangguan sinyal, kondisi cuaca, medan yang sulit, maupun kesalahan operator dapat menyebabkan drone kehilangan kendali.
Jika penerbangan dilakukan di area yang sulit dijangkau, proses pencarian drone juga dapat menjadi lebih rumit.
3. Merusak fasilitas atau bangunan
Drone yang jatuh dapat mengenai kendaraan, bangunan, fasilitas publik, maupun situs bersejarah.
Risiko ini semakin besar ketika drone diterbangkan di lokasi ramai atau kawasan yang memiliki banyak struktur di sekitarnya.
4. Menimbulkan persoalan hukum
Pengoperasian drone yang tidak sesuai dengan ketentuan ruang udara atau aturan lokasi dapat menimbulkan konsekuensi hukum maupun administratif.
Karena itu, memahami regulasi sebelum terbang jauh lebih aman daripada baru mencari tahu aturan setelah terjadi masalah.
Cara Mengurus Izin Terbang Drone di Jogja
Bagi fotografer profesional, tim produksi film, event organizer, perusahaan, maupun pihak lain yang membutuhkan pengambilan gambar udara di kawasan terbatas, perizinan sebaiknya dipersiapkan sejak awal.
Persyaratan dapat berbeda berdasarkan lokasi, jenis kegiatan, tujuan penerbangan, serta karakteristik operasi. Karena itu, tidak ada satu prosedur yang otomatis berlaku untuk semua lokasi di Jogja.
Sebagai langkah awal, siapkan informasi mengenai:
- identitas operator atau penanggung jawab;
- informasi unit drone yang digunakan;
- tujuan penerbangan;
- lokasi dan titik pengambilan gambar;
- tanggal dan waktu kegiatan;
- rencana penerbangan; dan
- dokumen pendukung lain yang diminta oleh pihak terkait.
Setelah itu, lakukan koordinasi dengan otoritas atau pengelola kawasan yang bersangkutan.
Untuk lokasi yang berkaitan dengan bandar udara atau aktivitas penerbangan, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan untuk memastikan kegiatan tidak mengganggu keselamatan penerbangan.
Sementara itu, untuk kawasan wisata dan cagar budaya, pengelola lokasi perlu dihubungi untuk mengetahui apakah penggunaan drone diperbolehkan dan bagaimana prosedurnya.
Satu hal yang perlu diingat: jangan melakukan penerbangan terlebih dahulu kemudian mengurus izin setelahnya.
Untuk kegiatan profesional, proses koordinasi sebaiknya dilakukan sebelum tim datang ke lokasi. Dengan begitu, jadwal produksi dapat disusun dengan lebih baik dan risiko pembatalan di lapangan dapat dikurangi.
Tips Aman Menerbangkan Drone di Jogja
Memahami aturan adalah langkah pertama. Selanjutnya, operator juga perlu melakukan persiapan teknis sebelum take-off.
Cek ruang udara
Sebelum menerbangkan drone, periksa apakah lokasi berada di kawasan yang memiliki pembatasan.
Aplikasi drone dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai kondisi ruang udara. Namun, jangan menjadikannya sebagai satu-satunya sumber keputusan.
Jika lokasi berada dekat bandara, fasilitas pemerintahan, instalasi militer, atau kawasan cagar budaya, lakukan pengecekan tambahan dan hubungi pihak terkait jika diperlukan.
Periksa kondisi drone
Pastikan drone berada dalam kondisi baik sebelum digunakan.
Periksa baling-baling, baterai, sensor, GPS, remote controller, serta komponen lain yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan.
Jangan menerbangkan drone apabila terdapat kerusakan yang dapat mengurangi kemampuan kontrol atau kestabilan perangkat.
Perhatikan kondisi cuaca
Cuaca merupakan faktor penting dalam penerbangan drone.
Angin, hujan, kabut, dan perubahan cuaca dapat memengaruhi kestabilan serta jarak pandang. Kondisi pegunungan dan pantai juga dapat berubah dengan cepat.
Jika kondisi tidak mendukung, lebih baik menunda penerbangan daripada memaksakan drone terbang.
Perhatikan kondisi sekitar
Sebelum take-off, perhatikan lingkungan di sekitar lokasi.
Pastikan tidak ada kabel listrik, pohon, bangunan, kendaraan, manusia, maupun objek lain yang dapat menjadi hambatan.
Jangan hanya memperhatikan layar. Operator juga perlu memahami kondisi lingkungan secara langsung.
Siapkan lokasi pendaratan
Tentukan lokasi pendaratan yang aman sebelum drone diterbangkan.
Hindari titik yang terlalu dekat dengan kerumunan atau memiliki banyak hambatan. Jika kondisi berubah selama penerbangan, prioritaskan untuk membawa drone kembali dan melakukan pendaratan di lokasi yang aman.
Etika Menerbangkan Drone di Ruang Publik
Selain mematuhi aturan penerbangan, operator drone juga perlu memperhatikan etika.
Drone dilengkapi kamera yang mampu merekam area luas dari udara. Karena itu, privasi masyarakat harus menjadi pertimbangan.
Hindari merekam bagian dalam rumah, halaman pribadi, atau aktivitas personal tanpa izin. Jangan menerbangkan drone terlalu rendah di atas pemukiman hanya untuk mendapatkan gambar yang lebih dekat.
Di kawasan wisata, komunikasikan aktivitas penerbangan dengan pengelola apabila diperlukan. Hal ini dapat membantu mencegah kesalahpahaman dengan pengunjung maupun masyarakat sekitar.
Perhatikan pula kegiatan keagamaan, upacara adat, maupun acara masyarakat. Suara drone yang terbang di dekat kegiatan tertentu dapat mengganggu kenyamanan.
Pada akhirnya, operator drone yang baik bukan hanya menghasilkan gambar yang bagus. Operator juga harus mampu menjaga keselamatan, menghormati privasi, dan memahami lingkungan tempat drone digunakan.
FAQ Seputar Zona Dilarang Terbang Drone di Jogja
Apakah semua tempat wisata di Jogja boleh diterbangi drone?
Tidak. Setiap lokasi dapat memiliki aturan yang berbeda. Tempat wisata yang terbuka untuk umum belum tentu menyediakan ruang udara yang bebas digunakan untuk drone.
Operator perlu memperhatikan aturan pengelola, kondisi ruang udara, serta ketentuan penerbangan yang berlaku.
Apakah drone boleh diterbangkan di sekitar bandara?
Area sekitar bandara memiliki aspek keselamatan penerbangan yang sangat penting. Karena itu, drone tidak boleh dianggap bebas diterbangkan hanya karena lokasinya berada di luar area fasilitas utama bandara.
Pastikan terlebih dahulu status ruang udara dan persyaratan yang berlaku sebelum melakukan penerbangan.
Apakah drone boleh diterbangkan di Gunung Merapi?
Penerbangan drone di sekitar Gunung Merapi harus mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik, aturan kawasan, cuaca, dan keselamatan.
Sebelum terbang, periksa informasi terbaru dari sumber resmi. Jika terdapat pembatasan aktivitas, jangan memaksakan penerbangan.
Apakah membuat video menggunakan drone membutuhkan izin?
Hal tersebut bergantung pada lokasi, tujuan penerbangan, jenis kegiatan, serta ketentuan yang berlaku.
Untuk kawasan yang memiliki pembatasan atau dikelola secara khusus, koordinasi dan persetujuan dapat diperlukan.
Apa yang harus dilakukan sebelum menerbangkan drone di Jogja?
Lakukan pengecekan ruang udara, kondisi cuaca, kondisi drone, lokasi penerbangan, dan aturan dari pengelola kawasan.
Jika lokasi berada dekat bandara, kawasan cagar budaya, fasilitas pemerintahan, atau area lain yang berpotensi memiliki pembatasan, lakukan verifikasi tambahan sebelum take-off.
Kesimpulan
Memahami zona dilarang terbang drone di Jogja merupakan bagian penting dari persiapan sebelum melakukan fotografi maupun videografi udara.
Yogyakarta memiliki banyak lokasi menarik untuk didokumentasikan dari udara. Namun, keindahan tersebut harus diimbangi dengan kesadaran terhadap keselamatan dan aturan ruang udara.
Kawasan bandara seperti Adisutjipto dan YIA, kawasan Keraton dan cagar budaya, Gunung Merapi, serta objek vital dan instalasi keamanan merupakan contoh lokasi yang membutuhkan perhatian khusus.
Setiap lokasi dapat memiliki karakteristik dan ketentuan yang berbeda. Karena itu, jangan hanya mengandalkan perkiraan jarak atau informasi dari aplikasi drone. Lakukan pengecekan, pahami aturan lokasi, dan lakukan koordinasi apabila penerbangan membutuhkan persetujuan.
Bagi wisatawan, langkah sederhana seperti memeriksa kondisi ruang udara dan bertanya kepada pengelola lokasi dapat membantu menghindari masalah. Sementara bagi kebutuhan profesional, persiapan dokumen dan proses perizinan sebaiknya dilakukan jauh sebelum hari produksi.
Pada akhirnya, penggunaan drone yang bertanggung jawab bukan hanya tentang menghasilkan foto dan video yang menarik. Keselamatan penerbangan, keamanan masyarakat, privasi, kelestarian situs budaya, dan kepatuhan terhadap aturan harus tetap menjadi prioritas.
Jika Anda membutuhkan dokumentasi udara untuk pernikahan, event, promosi bisnis, properti, pembuatan film, maupun pemetaan, menggunakan layanan profesional dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
Sewa Drone Jogja siap membantu kebutuhan dokumentasi udara Anda, mulai dari konsultasi kebutuhan pengambilan gambar hingga pelaksanaan produksi di lapangan.
Sebelum menerbangkan drone di Jogja, pastikan lokasi dan seluruh kebutuhan penerbangan sudah dipersiapkan dengan baik. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat memperoleh dokumentasi udara berkualitas tanpa mengabaikan keselamatan dan aturan yang berlaku.
Website : sewadronejogja.co.id
Instagram : @sewadronejogjaid
WhatsApp : +62 823-2615-4848
Linktree : https://linkr.bio/sewadronejogjaid


